Kronologi Pembunuhan Sadis Enno

6dewa Agen Judi Poker Domino99 Capsa Susun AduQ BandarQ Bandar Poker Sakong Terpercaya Indonesia
6bola Agen Judi Bola Casino Togel Poker Number Game Sabung Ayam Terpercaya Indonesia

Kronologi Pembunuhan Sadis Enno

Kronologi Pembunuhan Sadis Enno

GokilGilaSinting – Kronologi Pembunuhan Sadis Eno

Tiga tersangka pembunuhan dan pemerkosa Eno Farihah (19) melakukan perbuatan keji itu disebut penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya berencana.

Padahal, ketiga pelaku itu tidak saling mengenal satu sama lain.

Namun, karena sebelum kejadian para pelaku berunding dan membawa senjata untuk bertemu korban maka polisi menyebut pembunuhan sadis itu sebagai pembunuhan berencana.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti menjelaskan kronologi pembunuhan berencana yang didului perkosaan brutal itu

Tiga tersangka yakni RAL (15), siswa SMP Kelas 2 di Tangerang, Rahmat Arifin alias Arif (23), buruh pabrik PT PGM dan Imam Harpiadi (23). Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, ketiga tersangka tidak mengenal satu sama lain.

“Tetapi mereka memiliki ketertarikan yang sama dengan korban,” ujar Krishna kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/5/2016).

Lalu bagaimana ketiganya bisa melakukan pembunuhan keji itu secara bersama-sama? Berikut kronologi lengkapnya seperti disampaikan Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso:

Kamis, 12 Mei 2016

Sekitar pukul 23.30 WIB

Tersangka RAL janjian dengan korban untuk bertemu dengan korban di kamar mess korban di Jatimulya, Dadap, Kosambi, Tangerang. Korban baru mengenal tersangka selama satu bulan dan intens saling SMS-an.

Korban membukakan sedikit pintu pagar masuk ke dalam mess. Setelah korban memberi kode untuk masuk, tersangka RAL kemudian masuk ke kamar korban.

Malam itu hujan mengguyur kawasan Dadap. Korban dan tersangka RAL kemudian berbincang-bincang selama sekitar 30 menit.

Selanjutnya tersangka RAL dan korban saling berciuman. Saat itu tersangka ingin menyetubuhi korban, namun ajakan tersebut ditolak oleh korban karena korban takut hamil.

Karena kesal ajakan bersetubuh ditolak oleh korban, kemudian tersangka keluar dari kamar korban. Saat tersangka berada di luar kamar korban, tersangka bertemu dengan tersangka Arif.

Arif kemudian bertanya kepada RAL terkait keberadaan tersangka di depan mess korban dengan ucapan “Ngapain lu disini?” Lalu dijawab RAL “Lagi sama Indah (nama lain korban yang dikenal oleh tersangka RAL).”

Arif terus memberondong RAL dengan sejumlah pertanyaan “Indah siapa?”. Di tengah perbincangan itu, datang tersangka Imam yang juga ‘menginterogasi RAL’.

Jumat 13 Mei 2016

Pukul 00.15 WIB

Arif dan Imam kemudian mengajak RAL masuk ke mess korban untuk memastikan, siapa ‘Indah’ yang dimaksud RAL. Sebab Arif dan Imam tidak kenal dengan orang di mess yang bernama Indah.

Kronologi Pembunuhan Sadis Enno

Lokasi Mess Enno

Selanjutnya tersangka RAL mengikuti tersangka Arif dan Imam, dari belakang, menuju ke kamar korban. Setelah ketiganya berada di dalam kamar korban, ketiganya melihat korban dalam keadaan sedang tiduran dengan hanya mengenakan baju tank top.

Selanjutnya tersangka Imam langsung menbekap wajah korban dengan menggunakan bantal dan menyuruh tersangka RAL mencari pisau di dapur. Karena di dapur tidak ada pisau, selanjutnya tersangka RAL keluar kamar dengan maksud mencari benda lain selain pisau.

Di saat RAL mencari pisau, tersangka Arif memperkosa korban. Sementara tersangka Imam terus membekap wajah korban dan memegangi tangan korban.

Setelah tersangka Arif selesai memperkosa korban, tersangka RAL kembali dengan membawa cangkul. Tersangka RAL sempat memberikan cangkul kepada Arif, namun Arif menyuruh RAL untuk memukulkannya ke korban. Selanjutnya RAL disuruh oleh tersangka Imam untuk memukulkan cangkul ke wajah korban.

Korban kemudian dipukul di bagian wajah dan leher sehingga mengalami luka terbuka. Percikan darah korban menganai wajah korban. Setelah memukul korban, tersangka RAL sempat keluar karena geli melihat kondisi korban. Tak lama kemudian tersangka RAL kembali masuk untuk memastikan korban sudah meninggal atau belum.

Namun saat tersangka masuk, tersangka RAL melihat kepala korban sudah digulung menggunakan kain dan korban masih bernafas. Selanjutnya kedua tangan korban dinaikan ke atas kepala oleh Imam. Sedang RAL menggigit dada korban.

Setelah korban tidak berdaya, kemudian Arif menyuruh tersangka RAL untuk memegangi kaki korban sebelah kanan dan membukanya. Setelah posisi korban mengangkang, selanjutnya Arif menancapkan gagang cangkul tersebut ke kemaluan korban hingga korban meninggal dunia.

Saat Arif masih memasukan gagang cangkul ke kemaluan korban tersebut, selanjutnya tersangka RAL mengambil handphone milik korban dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan bekas darah korban yang menempel di tangan.

Arif kemudian menyusul keluar dan mencuci tangan di kamar mandi yang sama. Imam kemudian keluar dari kamar dan menutup engsel kamar mess lainnya agar tidak ada yang mengetahui pembunuhan itu.

Tersangka Arif kemudian menuju ke kamar korban dan mengambil gembok lalu mengunci kamar korban dari luar. Kunci gembok kamar korban kemudian dimasukkan ke dalam kamar korban lewat ventilasi. Ketiga tersangka kemudian pulang ke tempat masing-masing.

Hingga akhirnya, pelaku berhasil dibekuk polisi.

Arif merupakan orang pertama yang diciduk polisi, usai jenazah Eno ditemukan di kamarnya di mess wanita Pabrik Polyta Global Mandiri di kelurahan Jatimulya, Jalan Raya pernacis Pergudangan 8, Kosambi, Dadap, Tangerang, Banten. Arif sendiri tinggal di mess pria yang bersebelahan dengan mess wanita yang ditinggali Enno.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, antara mess wanita dan pria terpisah dengan tiga kamar mandi berderat. Kedua mess memiliki pintu akses terpisah yang hanya bisa di buka dari dalam.

“Hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi akhirnya pada sabtu 14 Mei 2016 sekitar pukul 02.00 wib, petugas berhasil melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap Rar alias Arif di kamar messnya yang tidak jauh dari kamar korban,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, Rabu (18/5/2016).

Berdasarkan pengakuan kepada petugas, Arif nekad membunuh Eno yang merupakan teman satu pabriknya lantaran sakit hati sering disebut jelek.

Namun ia dikenal playboy. Padahal status Arif sudah menikah di kampungnya, namun mengaku bujang. Bahkan Ia memiliki pacar bernama Sari yang tak lain teman satu mess Eno.

“Arif sudah menikah mengaku bujang berpacaran bernama Sari. Kita telah periksa Sari dan dia tidak terlibat,” katanya.

Meski telah memiliki pacar yang satu pabrik dengannya, namun Arif diam diam menyukai Eno. Nahas, pendekatan yang dilakukannya ditolak oleh Eno.

“Dan sama dengan lainnya, dia (Arif) juga menyukai korban,” katanya.

Arif sendiri merupakan pelaku yang melakukan tindakan biadab. Selain menyetubuhi korban, Arif juga lah yang berperan memasukan gagang pacul ke dalam tubuh korban.

“Korban ini orang yang disukai banyak orang. Pelaku ini termasuk orang yang ditolak korban semua. Ada perbincangan ketiga pelaku itu dengan korban di handphone korban,” katanya.

Hasil Otopsi

Kronologi Pembunuhan Sadis Enno

Hasil Otopsi

Hasil otopsi jenazah korban, menunjukkan bahwa gagang cangkul sepanjang 65 centimeter yang ditusukkan ke kemaluan Eno Parinah tembus hingga merobek bagian hati dan paru-paru.

Eno Parinah baru meregang nyawa setelah mendapat penyiksaan sadis dari pelaku. Sebelum cangkul dimasukkan ke dalam kemaluannya, gadis berparas cantik itu masih hidup.

“Berdasarkan hasil otopsi, saat cangkul dimasukkan ke dalam kemaluannya, korban (Eno Parinah) masih dalam kondisi hidup tapi sudah sekarat,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, Rabu (18/5/2016).

Menurut Krishna, korban yang tak berdaya karena dipegangi para pelaku menjerit kesakitan dan memohon ampun. Namun pelaku RA tak peduli dengan jeritan korban. RA tetap memasukkan gagang cangkul tersebut ke kemaluan Eno. Gagang cangkul panjang 65 centimeter dan diameter 3 cm lebih itu masuk 90 persen ke tubuh Eno Parinah lewat kemaluannya.

Setelah gagang cangkul masuk sedikit, RA mendorong gagang cangkul tersebut dengan cara menendang, sehingga gagang cangkul terdorong masuk ke tubuh korban. Hal itulah yang membuat bagian hati dan paru-paru Eno Parinah rusak.

“Korban mengalami luka robek di bagian hati sampai ke atas paru-paru karena 90 persen gagang cangkul masuk ke tubuh korban. Hal itu mengakibatkan pendarahan rongga dada 200 cc dan rongga perut 300 cc,” tandas Krishna. (detik)

6dewa Agen Judi Poker Domino99 Capsa Susun AduQ BandarQ Bandar Poker Sakong Terpercaya Indonesia
6bola Agen Judi Bola Casino Togel Poker Number Game Sabung Ayam Terpercaya Indonesia